Facebook yang selalu di kecam sebagai pelaku atas terjadinya, penculikan, pemerkosaan, sampai sempat facebook di kabarkan akan di bumi hanguskan pada 2012. Sempat tak percaya dengan media massa yang tetap meyebarkan kebohongan dari dulu yang juga dilakukanya sejak tahun 1940 sampai sekarang, bila di tanya media massa adalah penyebar kebohongan massal itu memang benar, saya katakan media punya peranan yang amat teramat komplex dari pada pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di cikeas, sudah menjadi alasan yang makin bertambah kenapa harus begitu kenapa harus dikatakan media massa adalah penyebar kebohongan massal hal ini akan aku jelaskan lebih lanjut di artikelku yang lainya.
Ber’arti muka buku semenjak kedatangannya yang menjadi kontroversial di belahan dunia manapun, sempat tersisip kepentingan-kepentingan yang ingin meruntuhkan hasil karya anak kuliah di kampus luar negri yang tak bisa kusebut namanya karena aku tak suka dengan nama itu, apalagi nama itu sering di sebut dengan artis-artis yang begitu megalomaniak overload ini. Sejarah yang begitu pelik mengalami banyak sekali uji coba, dan dulu hanya dipakai untuk lingkungan kampus dimana di pakai untuk mahasiswa dan para birokrasi kampus tersebuat, tapi seperti yang aku bilang tadi bahwa ini adalah pengembangan dari mahasiswa yang candu akan teknologi dan berujung pada hasil yang banyak disukai dan banyak yang tak menyukainya.
Saat pertama kali punya facebook aku sedang menjadi siswa kelas 1 sekolah menegah kejuruan swasta yang tak familiar di telingan maupun kebiasaan orang kampungku yang terpaku dengan budaya yang kurang luas atau inadaptabilitas lingkungan yang bisa berujung dengan persepsi, tapi saat aku pertama membuka facebook dan tau gunanya aku semakin berfikir bahwa ini memang berguna dan juga tak berguna, lebih ke situasional fungsi sebenarnya facebook ini adalah berguna untuk berkomunikasi secara alternatif dan facebook adalah alternatif dari jejaring sosial komunikasi network yang sudah ada di dunia maya dan ditunjang dengan banyak sekali fitur-fitur yang baru dan berbeda sehingga membuat semua tujuan-tujuan bahwa facebook merupakan hal yang perlu selalu dibuka dan di update dalan handphone kita walaupun handphoneku yang waranya konsisten dari dulu 2007 sampai 2013 ini yaitu hitam putih.
Fungsi vital yaitu pertemanan dan untuk membuka si biru ini diharuskan konek dengan jaringan internet atau wifi yang jika anak muda menjawabnya, yaitu yang gratis. Kenapa pertemanan menjadi vital, disini kita tak tahu teman kita yang kadang menipu dengan foto 3x4 nya, biodata yang ngawur, dan keterangan diri yang tidak jelas tapi kita dan akupun kadang juga gampang percaya, itu adalah lubang cacing atau celah. Dikatakan sebagai jejaring sosial yang mempunyai fungsi peran penting sekarang dan cenderung menajadi kebutuhan pokok, buktinya hampir semua kalangan memilikinya termasuk aku juga yang notabennya menggangap facebook itu situasional yang hampir ketergantungan hingga sempat pernah bermasalah gara-gara apa yang aku tulis di facebook, ingat bukan facebook yang bermasalah tapi oknum, facebook hanya sebagai fasilitas atau to intertaint dan sebenarnya bukan to inform, tapi malah sekarang menjadi sebuah seperti tersangka atas semua permasalahan. Aku bukan simpatisan facebook atau seorang yang marah karena facebook masih dianggap dangkal, dan selalu disalah-salahkan.
Terkadang kita harus mengerti apa fungsi, guna, bahkan peraturan yang sebenarnya ada di facebook, aku kira semuanya yang facebookers telah melanggar peraturan yang ditetapkan yang melenceng dari fungsi, guna, peran, dan kebijakan facebook. Kalau tidak percaya silakan diakses peraturan dalam membuat facebook dan menggunakanya. Pasti anda akan malu sendiri betapa anda sudah melanggar semua peraturan-peraturan yang ada dan di buat untk mengatur anda yang memakai facebook sebagai media sosial.
Ber’arti muka buku semenjak kedatangannya yang menjadi kontroversial di belahan dunia manapun, sempat tersisip kepentingan-kepentingan yang ingin meruntuhkan hasil karya anak kuliah di kampus luar negri yang tak bisa kusebut namanya karena aku tak suka dengan nama itu, apalagi nama itu sering di sebut dengan artis-artis yang begitu megalomaniak overload ini. Sejarah yang begitu pelik mengalami banyak sekali uji coba, dan dulu hanya dipakai untuk lingkungan kampus dimana di pakai untuk mahasiswa dan para birokrasi kampus tersebuat, tapi seperti yang aku bilang tadi bahwa ini adalah pengembangan dari mahasiswa yang candu akan teknologi dan berujung pada hasil yang banyak disukai dan banyak yang tak menyukainya.
Saat pertama kali punya facebook aku sedang menjadi siswa kelas 1 sekolah menegah kejuruan swasta yang tak familiar di telingan maupun kebiasaan orang kampungku yang terpaku dengan budaya yang kurang luas atau inadaptabilitas lingkungan yang bisa berujung dengan persepsi, tapi saat aku pertama membuka facebook dan tau gunanya aku semakin berfikir bahwa ini memang berguna dan juga tak berguna, lebih ke situasional fungsi sebenarnya facebook ini adalah berguna untuk berkomunikasi secara alternatif dan facebook adalah alternatif dari jejaring sosial komunikasi network yang sudah ada di dunia maya dan ditunjang dengan banyak sekali fitur-fitur yang baru dan berbeda sehingga membuat semua tujuan-tujuan bahwa facebook merupakan hal yang perlu selalu dibuka dan di update dalan handphone kita walaupun handphoneku yang waranya konsisten dari dulu 2007 sampai 2013 ini yaitu hitam putih.
Fungsi vital yaitu pertemanan dan untuk membuka si biru ini diharuskan konek dengan jaringan internet atau wifi yang jika anak muda menjawabnya, yaitu yang gratis. Kenapa pertemanan menjadi vital, disini kita tak tahu teman kita yang kadang menipu dengan foto 3x4 nya, biodata yang ngawur, dan keterangan diri yang tidak jelas tapi kita dan akupun kadang juga gampang percaya, itu adalah lubang cacing atau celah. Dikatakan sebagai jejaring sosial yang mempunyai fungsi peran penting sekarang dan cenderung menajadi kebutuhan pokok, buktinya hampir semua kalangan memilikinya termasuk aku juga yang notabennya menggangap facebook itu situasional yang hampir ketergantungan hingga sempat pernah bermasalah gara-gara apa yang aku tulis di facebook, ingat bukan facebook yang bermasalah tapi oknum, facebook hanya sebagai fasilitas atau to intertaint dan sebenarnya bukan to inform, tapi malah sekarang menjadi sebuah seperti tersangka atas semua permasalahan. Aku bukan simpatisan facebook atau seorang yang marah karena facebook masih dianggap dangkal, dan selalu disalah-salahkan.
Terkadang kita harus mengerti apa fungsi, guna, bahkan peraturan yang sebenarnya ada di facebook, aku kira semuanya yang facebookers telah melanggar peraturan yang ditetapkan yang melenceng dari fungsi, guna, peran, dan kebijakan facebook. Kalau tidak percaya silakan diakses peraturan dalam membuat facebook dan menggunakanya. Pasti anda akan malu sendiri betapa anda sudah melanggar semua peraturan-peraturan yang ada dan di buat untk mengatur anda yang memakai facebook sebagai media sosial.
0 komentar