Kamis, 18 April 2013

pengalihan terus-terusan

Perubahan lingkungan yang manjadi agenda berkalah yang takpernah selesai, dan saya yakin tidak akan pernah selesai tapi saya optimis demi orang yang optimis akan adanya perbaikan lingkungan yang “dulu” asri. Lingkungan kalau kita berterus terang akan keadaan lingkungan secara kompleks bakalan yang keluar semua bencana dan kerusakan bahkan cenderung ke semua kejelekan akan lingkan yang sebenarnya jika digali lagi sangatlah bagus dan indah walaupun itu sebenarnya fantasi semata, karena kita sudah di jejali oleh semua kerusakan-kerusanakan yang terjadi setiap hari oleh media massa yang mengatasnamakan kebenaran yang sebenar-benarnya. Kalau dikatakan begitu saya jamin tidak ada media massa yang kaya, jika begitu maka tak lakulah sosok para pemodal-pemodal yang buncit.
Mengatakan kebenaran tapi di bekang ada kepentingan golongan atau perseorangan yang begitu kelihatan jika dikaji secara mendalam dan detail, Tapi Sekali lagi lingkungan dapat menjadi sebuah perhatian yang utama yang harus kita beri empati secara khusus setidaknya kita beri tempat untuk setiap hari kita memperhatikan, lalu menentukan langkah apa yang semaksimal mungkin kita lakukan. Jangan hanya memperhatikan berita “presiden membuat twitter” atau “pesawat jatuh yang yang minggu-minggu ini cukup mengalihkan perhatian kita atas apa masalah yang musti kita perhatikan dan kita selsaikan, semua media massa memang kadang membuat kita menjadi binggung dan bahkan membentuk sebuah pikiran bahwa setiap hari selalu di kelilingi masalah dan musibah sehingga pikiran kita terbentuk menjadi skeptisisme dan pesimisme yang cenderung tinggi, apa lagi soal lingkungan.
Jika kita perhatikan lagi dengan seksama lingkungan dan media massa memang bertolak belakang, tapi lewat media massa kita dapat tau lingkungan dan bedanya jika kita tau lingkungan kita akan tau banyak hal tentang media massa yang terkadang menjemukan saat pagi-pagi menonton tv dan mambaca koran sembari minum kopi buatan ibuku yang kadang terlalu encer.
Saat membaca koran pagi baik “jawa pos” maupun “kompas” banyak yang membuat event tenvang lingkungan baik menanam seribu pohon, kerja bakti, car free day, bersih-bersih pantai, dan lain sebagainya. Sudah banyak tersebar di media cetak khususnya sampai-sampai halaman kedua ketiga kebanyakan tentang lingkungan, apakah memang rubrik koranya seperti itu atau bagaimana, usaha-usaha perubahan lingkungan menjadi lebih baik berkat event-event dan acara-acara tentang lingkungan yang di koar-koarkan,ada yang namanya lembaga pemberdaya lingkungan, aliansi lingkungan hidup, mahasiswa pecinta alam, organisasi peduli lingkungan, dan banyak lagi para pejuang lingkungan dari individu, kelompok kecil sampai kelompok besar, hingga kalau bicara pejuang lingkungan tak akan sedikit tapi kenapa lingkungan belum membaik dan berita-berita di koran-koran maupun televisi masih banyak mengulas masalah lingkungan yang tergerus dan sering sekali di prediksi oleh pakar-pakar yang mengatasnamakan kaum cendekia atau intelegensia yang bilang dalam jangka waktu kedepan ini akan banyak bencana dan sebuah kehancuran gara-gara rusaknya lingkungan. Apa event-event dan acara-acara yang diadakan oleh para pejuang lingkungan diatas kurang maksimal, kurang baik, kurang berefek, kurang berpengaruh. Bagaimana harusnya sebuah usaha untuk lingkungan yang cocok.
Dimana event-event, seminar-seminar, penyuluhan-penyuluhan, kegiatan-kegitan yang jujur saja sekarang Cuma selesai di meja diskusi, sepertinya semua hanya bisa diselsaikan di bangku-bangku dan kegiatan Cuma beberapa harus saja, tampa ada tindak lanjut lagi, pengawalan isu lingkungan, wacana-wacana yang kurang di teruskan menjadi sebuah hal yang malas untuk dilakukan dengan terus-menerus.
Load disqus comments

0 komentar