Minggu, 04 Januari 2015

Siapkah

Apa yang disisakan oleh keyakinan 
Kalau tidak pertanyaan tentang kepastian
Apalagi gugatan verbal ketidakterimaan
Dalam mempertanyakan kebutuhan

Siapa nona manis penghibur diatas kasur
Entah mengapa hati ini dibuat penasaran
Seperti pertanyaan-pertanyaan uzur
Yang melekat sembari mendekap hujan

Daya pikat malam lebih dalam dari diam
Ucapan dianggap sengat lebah bedebah
Siapa itu yang menulis gurindam
Aku tak tau dan biarkan sajalah

Kadang menerima tapi memaksa
Untuk tetap siaga dari bahaya
Sembari mengelap-ngelap kaca
Atau menelanjangi prahara berdarah

Tapi beberapa waktu timbul pertanyaan
Bertumpuk-tumpuk kebaikan dipupuk
Dan keyakinan makin dikukuhkan
Sampai ambisi menyundul punggung gubuk

Akan seperti apa hasil gerutuan ini
Siapkah menerima kenyataan berlawanan
Dari pertentangan rasa dan nurani
Akan keyakinan dan kebaikan yang rawan

Nofianto Puji Imawan
Mojokerto, 11 Juni 2014.
Load disqus comments

0 komentar