Mulailah sudah acara seminar nasional kali ini , dimana aku bangun dengan waktu yang mepet dan sempit hanya cukup untuk mandi dan buru-buru masuk ke aula dengan anggota Lembaga Pers Mahasiswa lain yang juga bangunya molor karena kemarin malam, aku langsung bergegas ke acara tersebut dengan pakaian yang sama yang aku kenakan kemarin, karena aku tidak membawa pakaian lain. aku pun masuk dalam area seminar disini aku sudah melihat banyak sekali peserta dari kalangan mahasiswa dan anak-anak SMA dan sederajat yang begitu antusisas dengan tema pembahasan di acara seminar atau mungkin cuma karena ingin mendapat sertifikat.
Dalam materi yang disampaikan banyak sekali pesan-pesan dan ilmu bahkan pengetahuan baru tapi yang pasti adalah pengalaman baru yang membuat aku semakin semangat dan membuat aku tau.
Dalam seminar tersebut banyak sekali hal yang aku tangkap seperti, bahwa ilmu yang tidak diterapkan adalah justru ilmu yang tidak bermanfaat, dan tentu saja tidak barokah (pak de zawawi) dan dalam sebuah organisasi pers mahasiswa dapat digunakan sebagai pencitraan,dan pers juga bisa sebagai wadah kususnya pers mahasiswa sebagai wadah dalam mempublikasikan pikiran-pikiran kreatif yang ada di sekitar kampus kususnya kalau bisa dalam area yang lebih luas, dan dalam proses kebudayaan, ada suatu bencana dan bencananya adalah bencana kebudayaan seperti orang yang berilmu tapi tidak mengamalkan dan orang yang bekerja tidak berilmu, lalu dalam kehidupan selalu ada sebuah pikiran yang selalu membaca tanda-tanda zaman.
dan dalam sebuah akal yang jernih selalu dekat dengan kebenaran yang sejati, saat pada penjelasan selanjutnya dalam seminar disebutkan bahwa ruh adalah semangat untuk menghargai hidup, dan banyak lagi yang aku dapat mungkin aku akan menuliskan di halaman kusus tentang hal yang aku dapat tunggu saja dan semoga bisa jadi pelajaran buat yang lain.
setalah selesai seminar dilanjutkan dengan makan-makan dan jalan-jalan sekitar kampus di sumenep, madura dan kumpul-kumpul bareng tidak terasa sudah malam, aku pun siap-siap untuk pulang tapi sebelum itu kami dan rekan-rekan memutuskan foto-foto dan bakar-bakar di belakang kampus dan hasilnya pohon-pohon kampus kebakaran dan kami lari seperti tak punya salah.
setelah kami salam-salam dan pamit lalu kami pun berangkat pas sampek pamekasan kami pun diajak teman pers untuk melihat dan meliput acara tahunan semalam di madura. lalu malamnya kami tidur di kantor radar madura dan pindah tidur di sekjen pmii cabang madura tidur dan tidur untuk melanjutkan kegiatan besok.
Dalam materi yang disampaikan banyak sekali pesan-pesan dan ilmu bahkan pengetahuan baru tapi yang pasti adalah pengalaman baru yang membuat aku semakin semangat dan membuat aku tau.
Dalam seminar tersebut banyak sekali hal yang aku tangkap seperti, bahwa ilmu yang tidak diterapkan adalah justru ilmu yang tidak bermanfaat, dan tentu saja tidak barokah (pak de zawawi) dan dalam sebuah organisasi pers mahasiswa dapat digunakan sebagai pencitraan,dan pers juga bisa sebagai wadah kususnya pers mahasiswa sebagai wadah dalam mempublikasikan pikiran-pikiran kreatif yang ada di sekitar kampus kususnya kalau bisa dalam area yang lebih luas, dan dalam proses kebudayaan, ada suatu bencana dan bencananya adalah bencana kebudayaan seperti orang yang berilmu tapi tidak mengamalkan dan orang yang bekerja tidak berilmu, lalu dalam kehidupan selalu ada sebuah pikiran yang selalu membaca tanda-tanda zaman.
dan dalam sebuah akal yang jernih selalu dekat dengan kebenaran yang sejati, saat pada penjelasan selanjutnya dalam seminar disebutkan bahwa ruh adalah semangat untuk menghargai hidup, dan banyak lagi yang aku dapat mungkin aku akan menuliskan di halaman kusus tentang hal yang aku dapat tunggu saja dan semoga bisa jadi pelajaran buat yang lain.
setalah selesai seminar dilanjutkan dengan makan-makan dan jalan-jalan sekitar kampus di sumenep, madura dan kumpul-kumpul bareng tidak terasa sudah malam, aku pun siap-siap untuk pulang tapi sebelum itu kami dan rekan-rekan memutuskan foto-foto dan bakar-bakar di belakang kampus dan hasilnya pohon-pohon kampus kebakaran dan kami lari seperti tak punya salah.
setelah kami salam-salam dan pamit lalu kami pun berangkat pas sampek pamekasan kami pun diajak teman pers untuk melihat dan meliput acara tahunan semalam di madura. lalu malamnya kami tidur di kantor radar madura dan pindah tidur di sekjen pmii cabang madura tidur dan tidur untuk melanjutkan kegiatan besok.
0 komentar